Wednesday, September 03, 2014
   
Text Size

Search

Please update your Flash Player to view content.
 QUBER - get it free

 

  LATAR BELAKANG

 

 

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS, 2011) menyebutkan bahwa  tingkat  pengangguran terbuka di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 6,8% atau 8,1 juta  dan  persentase  terbesar  adalah  lulusan  perguruan  tinggi  yaitu  21,5%  (9,9%  Sarjana  dan  11,6%  Diploma).  Setiap  tahun  pengangguran  ini  tetap  menjadi  permasalahan yang harus dicarikan penyelesaiannya. Belum  lagi kalau ditambah dengan jumlah pekerja yang tidak penuh (setengah menganggur dan paruh waktu)  yang jumlahnya mencapai 34,19% dari jumlah angkatan kerja.

 

Kondisi  tersebut  di  atas  didukung  pula  oleh  kenyataan  bahwa  sebagian  besar lulusan Perguruan Tinggi cenderung lebih sebagai pencari kerja (job seeker)  daripada  pencipta  lapangan  pekerjaan  (job  creator).  Hal  ini  kemungkinan  disebabkan sistem pembelajaran yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi saat  ini masih  terfokus pada bagaimana menyiapkan para mahasiswa yang cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan, bukannya  lulusan yang siap menciptakan pekerjaan.
Disamping  itu,  aktivitas  kewirausahaan  (entrepreneurial  activity)  yang  relatif  masih rendah. Entrepreneurial activity diterjemahkan sebagai individu aktif dalam  memulai  bisnis  baru  dan  dinyatakan  dalam  persen  total  penduduk  aktif  bekerja.
Semakin  tinggi  indek  Entrepreneurial  activity  maka  semakin  tinggi  Entrepreneurship level suatu negara (Boulton dan Turner, 2005). 
  Untuk  menumbuhkembangkan  jiwa  kewirausahaan  dan  meningkatkan  aktivitas kewirausahaan agar para lulusan perguruan tinggi lebih menjadi pencipta  lapangan kerja, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  telah mengembangkan  berbagai  kebijakan  dan  program.  Salah  satu  program  yang  telah  dikembangkan  adalah  program  Co-op  (Cooperative  Education  Program)  sejak  tahun  1998. 

Kemudian, dengan tujuan untuk membentuk wirausaha melalui pendidikan tinggi,  mulai  tahun  2003  dikembangkan  program Co-op  yang memberikan  kesempatan belajar bekerja secara terpadu pada UKM kemudian pada UMKM. Sampai dengan tahun 2011, program Co-op di UKM telah diikuti sebanyak 1.792 mahasiswa dari  59 perguruan tinggi selama 3 tahun. 
Agar program kewirausahaan dapat berjalan  secara berkesinambungan di  perguruan  tinggi  serta  mempunyai  sistem  pengelolaan  yang  terencana  dengan  sistematis  dan  progresif,  di  masing-masing  perguruan  tinggi  harus  terus  meningkatkan  peran  lembaga  khusus  pengembangan  pusat  kewirausahaan  serta  produktivitas nasional. Lembaga ini diharapkan secara sistematis dapat mengubah  dan  atau  memperbaiki  kualitas  sistem  pendidikan  atau  pembelajaran  yang  ada  sehingga  mahasiswa  tidak  hanya  memiliki  pengetahuan  dan  keahlian  di  dalam  ilmunya,  tetapi  juga  mampu  memanfaatkan  dan  mengolah  ilmunya  bagi   Berita Resmi Statistik. Badan Pusat Statistik No. 74/11/Th. XIV, 7 November 2011   Mastering Business in Asia: Entrepreneurship |Chris Boulton & Patrick Turner | Wiley MBA Publications Reproduced peningkatan nilai sumber daya yang tersedia di masyarakat bagi kesejahteraannya  sendiri maupun kesejahteraan masyarakat dan bangsa. 
 
Kebijakan dan program dan peningkatan peran yang mendorong penguatan  kelembagaan  kewirausahaan  dalam  meningkatkan  akualitas  pembelajaran  dan  aktivitas  berwirausaha  dan  percepatan  pertumbuhan  wirausaha–wirausaha  baru  dengan  basis  Ipteks  sangat  diperlukan. Atas  dasar  pemikiran  tersebut Direktorat  Jenderal  Pendidikan  Tinggi  mengembangkan  Program  Mahasiswa  Wirausaha  (PMW). 
Program  Mahasiswa  Wirausaha  (PMW),  sebagai  bagian  dari  strategi  pendidikan kewirausahaan di Perguruan Tinggi, dimaksudkan untuk memfasilitasi  para mahasiswa yang mempunyai minat berwirausaha dan memulai usaha dengan  basis  ilmu  pengetahuan,  teknologi  dan  seni.  Fasilitas  yang  diberikan  meliputi  pendidikan  dan  pelatihan  kewirausahaan,  magang,  penyusunan  rencana  bisnis,  dukungan permodalan dan pendampingan  serta keberlanjutan usaha. Program  ini  diharapkan  mampu  mendukung  visi-misi  pemerintah  dalam  mewujudkan
kemandirian bangsa melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan.

Pengumuman

Daftar Online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday100
mod_vvisit_counterYesterday437
mod_vvisit_counterThis week1298
mod_vvisit_counterLast week4722
mod_vvisit_counterThis month941
mod_vvisit_counterLast month22561
mod_vvisit_counterAll days337239

We have: 7 guests, 2 bots online
Your IP: 23.20.220.61
 , 
Today: Sep 03, 2014